This is Akira Wisnu's Site

Showing posts with label cerita wisnu. Show all posts
Showing posts with label cerita wisnu. Show all posts

Friday, February 26, 2010

Nirvana Semu

(sebelumnya)
Bagian I:



Kafetaria yang penuh dengan gumaman tak tentu, mungkin itulah penjelasan paling singkat untuk menggambarkan tempat ini. Sebuah tempat berkumpul bagi para jurnalis yang lelah atas jemunya dunia yang mereka rangkum, atau jenuh atas penolakan bak neraka dari sumber penghasilannya. Aroma di udara dipenuhi dengan peluh bercampur asap rokok, yang bila kau hirup sedikit saja kawan mungkin kau sudah pingsan dan tak sadar dimana kalian berada.


Suasana riuh menjadi langganan tetap kafe di jalanan lengang Margonda siang terik. Tak ada satupun yang aneh, dalam arti memang seperti ini sejak pertama kuinjakkan sepatu bututku di tempat ini. Tempatnya tak terlalu luas, dengan meja – kursi alakadarnya, begitu pula senyum yang alakadarnya dari pelayan tokonya yang tak bisa dibilang manis, bahkan jauh dari kata manis.
Kafe yang bernama “Nirvana”, atau dalam bahasa sanskerta disebut sebagai “Nirwa’Na”, sebuah tempat yang di artikan secara etimologi sebagai sorgawi yang kekal. Namun beda nama, beda pula suasana. Kafe ini tak mencerminkan surga bagiku, lebih mirip kandang bagi para burung kenari pembawa pesan, yang berkicau berisik satu sama lain, berbekal pengetahuan dari wawancara ataupun investigasi pelan mengintai dan membuat bising telinga jika kita dengar lebih dari 3 jam. Bisa pingsan! Bisa koit jika tak terbiasa!

Namun aku disini bukan berarti betah berlama – lama disini. Aku disini karena sebuah tugas yang menjengkelkan, digaris bawahi, “SEKEDAR TUGAS YANG MENJENGKELKAN!” (yang kadang memang susah digambarkan sebagai suatu hal yang rumit...terlalu rumit untuk dibuat senang)

Sebagai seorang jurnalis amatir berbekal ilmu jurnalistik di kampus, mengendus bau berita sifatnya sangat absurd. Konon katanya tempat berkumpulnya para kenari informasi seperti ini sangat efektif digunakan sebagai media pencari berita.
Bagai anjing yang mencari jejak buruannya, metode pencarian berita di tempat berkumpul seperti ini sudah terjadi sejak zaman pertengahan, atau bahkan jauh sebelum itu, namun itu bukan urusanku. Yang menjadi penting bagiku kini adalah sebuah informasi kecil yang belum bisa kuceritakan kawan, yang menurut kabar burung (belum tentu benar) dapat kita dapatkan dari seorang bekas wartawan infotainment 90’an, sang pelopor yang sungguh di luar dugaan, di masa matangnya justru memutuskan untuk keluar dan menyimpangkan sayap menjadi pemilik Kafe Nirvana. Dialah “Thijah”, sebagai nama pena dari sang mantan wartawan senior di dunia gosip.

Tuesday, February 23, 2010

Lensa dan Nada : Sebuah Prolog

Sebuah kamera kecil menggantung dalam tubuh handphone berwarna biru dongker, dengan kemampuan megapixel sewajarnya kelas menengah. Tersemat begitu rapi dalam kemasan yang kompleks.

Tak ada hal lain yang membuat benda ini menarik, segalanya begitu biasa di dalamnya, mulai dari komponen yang biasa, flash light seperti biasa, serta resolusi yang biasa saja, tak ada yang lebih- tak kurang. Namun taukah kawan, ada satu bagian yang spesial dari sebuah hal yang biasa dalam kamera handset kelas bawah ini, yang membuatku tak akan memberikan handset ini padamu walau kau tawar setinggi langit, ataupun sedalam laut baltik.

Yang membuat spesial bukan usia kameranya, bukan pula polarisasinya yang canggih, bahkan menurutku sangat biasa di banding handset modern jaman sekarang, tengok saja kamera ini, cuma tertera tulisan singkat 2 MegaPixel tanpa tambahan lensa Carl-Zeiss, atau tulisan autofocus. Namun dalam kesederhanaan itulah, bagiku dia sempurna, sudah sangat sempurna. Dia sempurna karena sudah memotret satu bagian terpenting dalam rongga hati ini, terekam jelas dalam noktah piksel – piksel rendah yang terpolarisasi satu sama lain, dan menjebak waktu dalam bentuk dua dimensi. Jebakan waktu yang telah menggambar dengan indah seseorang yang bernama Nada. []

Sunday, June 14, 2009

Seraphim: 14 Juni yang Penuh Cahaya Bintang..

hari ini dimulai dari sebuah malam kelabu di tanggal tiga belas, dimana janji masih belum terbalas. kumerenung menunggu pagi datang, dan datanglah saat itu, detik - detik pergantian usiaku..


kuharap doaku terkabul,
bagi semua orang yang kusayangi..

bagi ia yang akan mencoba menjadi juru selamat, yang akan menempuh ujian

juga baginya yang kan melantunkan denting piano di gemerlam gemintang malam, yang juga mungkin kan pergi bernaung di bawah laut universitas di atas gunung kota api, kota pahit api semangta bandung..

hari ini sungguh indah

tak pernah terbayang aku..
sebuah eksistensi palsu
yang semu dalam tawa bayangan, kan diingat oleh mereka

kawan,
kucinta kalian
tak pernah kumerasa menjadi manusia seutuhnya

hari ini aku masuk dalam era baru
showa menjadi hessei
orde lama ke orde baru, lalu reformasi!
kini di hari suci, aku merasa dinaiikan hatiku oleh cahaya indah

kelabu kini hilang
yang kutunggu akhirnya datang juga

sayang hari ini sungguh singkat
diakhiri dengan meriam cerah di malam
menaikan langit jepang di negeriku

kelabu kini diterpa sirna
cahaya merasuki kalbu semuku

eksistensi diuji
dan aku bahagia karena mereka
para penjaga hati

sayang 14 menjadi 15
sayang hari baru akan dimulai
semoga kenangan hari ini takkan berlalu
aku sayang kalian semua

Seraphim ada bagiku kini..


^-^

dalam gelap malam bernada sepoi..

-akirawisnu-
14 juni 2009, 23.34 detik ke tigapuluh



"aku sayang kalian semua":)

Friday, June 12, 2009

Next

Open Your Eyes for the Next Phase..

http://drulsky.blogspot.com/

Wednesday, June 10, 2009

Azazel: Risalah Kerisauan Hati

Saat ini ingin berceritaku kini, mengutarakan apa yang selama ini aku rasakan. Tak jauh dari kehidupan kita masing - masing, sebagai pengisi haru jiwa yang dahaga akan kasih..

Kuturun dari bus, lalu berjalan lirih kususuri tapak - tapak langkah letih menuju ruang di atas, ruang yang mengubah perasaanku hari ini. Terus melangkah menuju ruang di atas awan, di lantai dua sebuah kampus di kota perbatasan.
Kututur pelan perlahan, mengamati sekitar, tapi nyatanya tak ada yang bisa menghiburku. Badut - badut di sekitarku terlihat semu, tak ada konyolnya, dan jenuh akan aktifitas masing - masing, insan modern yang lupa akan waktu.
Melangkah ke atas, tuk memulai rapat, dan begitu ku buka pintu, yang kutatap mendinginkan hatiku. Dalam hati kuberkata, "Kumenatap malaikat, seorang bidadari cantik dari nirwana jauh.."

kutertegun tak beranjak,
tapi ia berujar sontak
aku berusaha untuk mengelak
tapi aku terlanjur leleh tergeletak

ia cantik mahadewi,
aku jatuh cinta lagi
ia sungguh indah sekali,
aku tatap ia dalam hati

Ia menyapaku lagi, aku bingung, bungkam harus bagaimana, aku terperanjat kaku, dan tak bisa menatap dalam sang biadadari. Terlalu jauh, aku takut ia menancap lebih jauh dalam anganku. Pikiranku terbang ke langit ketujuh..

Tuhan, bantu hambamu ini
Tuhan, dekatkan aku dengan hampa..
agar rasa ini menghilang
aku tak ingin terikat, terjerat..

Tak lekang ia menjauh dariku..
kucoba tuk cuek!
sekalipun aku tak ingin jauh darinya..
munafik aku..

lalu kuciptakan diriku yang jahat padanya, berbuat dengan amarah, meluapkan rasa cemburu karena tak bisa mengungkapkan. Berbisik rasa frustasi padaku kini.
Pandanganku makin kabur, dan tangisnya menjadi, terngiang - ngiang di benak kecilku..

golak hatiku bergejolak,
Gibran..tahukah kamu..

lara pikiranku terpana,
Asmara..kutakbisa hidup tanpamu..

Terlanjur jauh aku merasa,
kuharap sang Dewata menjawab doa resahku..
kutakut tuk bicara padamu..
bahkan hanya tuk menatap sayup matamu saja aku takjub..
langit sungguh tinggi, tapi aku rendah kini..

duduk terperanjat di pojokan makara
naik meniti atap di kubu SC
memanjat hati ragu di musholla
terdiam mengukir bukit di deru ruang A.111

Dan ia tetap dipikiranku, mengahantuiku..apakah benar yang aku rasa? apa benar yang aku hasratkan?
Approdite..jawab panjatan pintaku, tunjukkan aku dimana ia berada. Ingin ku minta maafku padanya, terperanjat atas dosa yang kulakukan padanya..
cemburu ini buta, pikiranku dihantui gelisah..sementara nasibku diujung tanduk akhir bulan ini..

14 Juni, aku berdoa padamu
berikan ia bahagia selalu..
meskipun mungkin ia takkan pernah tahu yang aku risaukan
kuberdoa untuk ia yang kusayang..
semoga aku terkenang baginya, sebagai hadiah positif baginya..
dan aku harap dia jadi doa pintaku tuk pertambahan usiaku,
namun aku tahu apa yang ia anggap padaku
kutakkan pernah meraihnya..

sang bidadari tinggi menjulang, terlalu cantik, terlalu bersinar bagiku yang hidup dalam kegelapan malam
yang tunduk pada bayang hitam masa kelam..

yang pasti aku kan ada baginya,
sebagai harapan bertepuk sebelah tangan
sekalipun ku kan hadir sebagai Azazel baginya, agoni dalam dunia malaikat
ku pasti akan manjadi pelindung baginya, pedang dan perisai kala ia butuh..
mengulurkan tangan dalam topeng kebohongan,
agar ia tak tahu kalau aku menolongnya dari gelap bayang - bayang..

"Love will never fail, because love is a gift to others, even if its one side love, its still a love isnt it??"
”dalam larut malam ini
ditemani bintang - bintang tertutup benderang lampu kotaku..
menanti ia dan meratap sendiri”

duhai bidadari, kujauh bagimu, tapi kudekat adanya..semoga kau takkan pernah tahu eksistensiku..hanyalah bayang semu..

-akirawisnu-
11 juni 2009, menanti ujung babak baru drama kehidupan
02.23 am

Friday, June 5, 2009

Modem baru

yay!!

modem baru..

dengan gini di kosan bisa terus posting!!

btw makin "Darkside of me" de


eheheheh

-akira wisnu-

Thursday, June 4, 2009

Hari yang bikin BT!!!

4 juni 2009,

pagi hari bangun uda ga enak banget, bayangin aja bangun pagi jam 6, lalu solat, tapi tidurnya begadang ampe jam 3 pagi gara - gara bikin proyek "Seraphim, Medea, Azazel: bagian satu" yang macet gara - gara frustasi, lalu curhatlah lewat telepon dan sms ke temen - temen deket. Minta petuah atas masalah yang sedang ku alami.

Alarm pagi di dua hape uda meraung - raung membunuh pagiku yang beku, dengan badan yang masih setengah semu melayang di pulau kapuk. Badan uda berasa seperti masuk angin (loh, ati - ati keluar angin gan!!), ga enak banget rasanya, padahal hari ini harusnya ama D'RemenKZ bakal jalan bareng ke DUFAN (Dunia Fantasi), wkwkkwkw.
Pada akhirnya solat, mandi dan mencoba membangunkan diri dengan beberapa alunan musik klasik. Alhasil aku malah balik lagi ke dunia maya.

Jam 8.30, badan makin pegal, suara HP meraung kembali membangunkanku, seorang temen berinisial D.H.O.N.I anak IE 07 menelpon mengabarkan mereka segera berangkat ke DUFAN. Terus terang aku pengin banget ikutan, tapi badan ma pikiran uda ga sejalan lagi, yah, taw sendiri lah, hasilnya letoy di kasur dan meneruskan tidurku lagi karena tahu hari ini selain ke DUFAN juga ada karaoke bareng, mungkin aku ikutan yang karaoke bareng aja..heheheh...

Jam 9.45, aku bener - bener terbangun. Mentari uda membumbung tinggi di atas kosanku di kota Depok. Mungkin rasa gerah yang membantuku tuk bener - bener sadar dari ke-letoyanku. Segera sadar, jam 10.30 ada PA 2 (Pengantar Akuntansi 2) yang aku ulang akibat nilaiku semester lalu "E"..wkkwkwkw..
segera cuci muka, ganti baju, nutup laptop dan pergi ke kempus dengan keadaan kucel terburu - buru. Sampai di kelas baru nyadar kebodohanku, "BUKU PA2 KETINGGALAAAAAAN!!! AAAAAAAH..padahal SEMUA tugas ada di dalamnya!!!

---------------------------------------------------------------------------------
jam 12.30, kelas PA2 uda kelar, syukur ternyata ga ada PR, bisa lega deh.
segera meluncur ke Kanopi buat ikutan karaoke bareng 4D ma roy, dengan gegap gempita, semangat juang 45 (ni badan sebetulnya lagi encok meriang gitu..), begitu nyampai di tempat tujuan ternyata rencana di batalin akibat Roy lagi ga mood karaoke..


AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!

sekali lagi gagal..diitung 2X!!

akhirnya ngenet di FE ampe jam 5 sore, sembari nunggu panas di Depok menurun 10 derajat..

----------------------------------------------------------------------------------
jam 17.00 pulang, nunggu bikun uda hampir sejam, dan akhirnya memutuskan tuk jalan saja ampe kosan, sekalian itung - itung olah raga. Rencana lewat jalan tembus di FIB, solat dulu juga di MUI (Masjid UI). Selesai solat bergegas ke arah Pocin (Pondok Cina), dan menyadari sesuatu yang janggal, janggal banget..

"OMG!! HAPE ketinggalan di MUI!!! Hape Motorola GUE!!!!!!!"

segeralah balik ke MUI, untung aja ditemukan oleh penjaga masjid yang baik hati, suci nan dermawan (lebay!!hehehe makasi pak!!), selamatlah hape ane, tapi jalan lagi menuju ke kosan dua kali,
----------------------------------------------------------------------------------

jam 18.30, sampai di Kosan, solat, mandi,lalu mengerjakan tugas Emix ma PIN.

jam 20.30, kehidupan berjalan dengan tenang dan biasa, ambil laundry, beli susu, beli makan malem, dan begitu saja.

jam 21.00 pergi ngenet ke LEGOS, warnet deket kosan, segera mengambil ancang - ancang buka facebook ma yahoomail, biasa kebiasaan saat ngenet, liat kaskus dulu buat ngejar setoran posting, eh kaskus ga bisa dibuka, facebook hang, ma yahoomail idup - mati, ampe si Ledot marah - marah ke aku.

----------------------------------------------------------------------------------

jam 23.00, Nita sms minta tolong nyari bahan buat ia main piano di konser, kalo ga salah concerto in c major siapa gituu...

wkwkwkkw

segera berburu, muter - muterin google, youtube, beemp3, dan laen - laen buat dapet mp3 yang dicari..

uda dapet beberapa..pikiran makin penat, sms temen lagi, telpon temen lagi buat curhat hari ini, tyapi sepi banget jarang yang bales. (T-T)

tetep fokus nyari buat si Nita, akhirnya dapet beberapa yang sesuai, segera kukasih lewat facebook linknya, dan mengakhiri online malam, ga berasa uda jam 00.35

------------------------------------------------------------------------------------
00.45, kosan terkunci, digedor ga bisa, manggil masnya ga bisa, mirzhaldi dah tidur pules, mati de terpenjara di luar kosan sendiri. Aturannya jam 23.00 harusnya uda balik, tapi ya...yaudahlah..

memutuskan tuk memanjat, baru aja nyoba, kawat berduri kosan gue uda ga sengaja nusuk kaki, (T-T)

sakiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit!!!

yawda..turun dan dengan terpaksa melengos ke warnet..

-----------------------------------------------------------------------------------
01.00 - 07.00

dengan terpaksa ngenet di warnet semaleman begadang gara - gara ga bisa masuk kosan..

huff..

sungguh hari yang bikin BT!!!

Thursday, May 21, 2009

Darkside UAS..

UAS berjalan uda 2 hari..

tapi belum ada pencerahan


"masih Dark semua"


wkwkkw

doakan ane ya gan!!

AB masihg dark banget nih!!


-akiraiwisnu..darkside of me!!-

Wednesday, April 15, 2009

coming soon!!

mulai hari ini blog wisnu akan menyajikan sesuatu yang lebih ada isinya..

konten yang lebih bermutu..


coming soon!!!

Tuesday, March 17, 2009

Dilema Roommate GW!!!"

"Aduuuhhh...berisiik bgt ni kamar!!!!"
"Gila, ni anak banyak banget temennya, buset sesek!!!"
"Anjriitt, tiap hari berisik di kamar!!! Monyet!!"

dan terakhir, "C*k!!! Janc*k!!! Wooiii, jangan berisik!! Jam 2 pagiii!!! GW BSK QUIZ!!!!!!"

kata - kata penuh urat saraf ni pasti sering kalian rasakan, atau dengarkan waktu kalian berada di kosan, rumah sodara, asrama, ataupun kegiatan - kegiatan lain yang melibatkan teman sekamar. Dilematika Roommate!!

Begini ceritanya, suatu hari di malam yang indah, sehabis rapat dan kegiatan kampus lain(jam 9 malem) aku berjalan dengan tenang menuju kamar asramaku. Dikamar ini hidup 2 orang yang bersemayam, sebut saja oknum "H" dan gw sendiri (Wisnu). Itung - itung ni kamar gede, jadi enak.
Di hari ini seingatku si "H" barusaja membeli TV turner, katanya biar ga bosen. Ya erus terang aku ga terlalu suka nonton TV, abis kebanyakan sinetron ga mendidik (nyokap gw seneng tapi..aneh kan??!!).
kehidupan simpel di Asrama UI Depok, akhirnya kubukan pintu ajaib, dan "JEng - Jeng!!"

kasurku ada yang nidurin (ngiler lagii,...anjriit!!!! kampret lo babi!!!), dan gw cuma nyengir dengan indahnya laksana rahwana lagi ngeliat awewek moy bandung ga pake baju (dia pake sweater..ewakakakak). Nah disudut laennya ada yang belajar (ini sih gw oke aja), dan disisi lainny a ada yang ketawa - ketawa liat tukul cekikikan kayak tuyul dicekek tokek!! BABI!!!!! Totalnya 7 orang ditambah temen gw jadi 8 (wah bisa maen futsal ini) di dalam kamar. Uda jadi apek, bau, n ga modis lagii!!

Mereka itu berisik banget, padahal rencana semula aku mau belajar Inter nasional, itung - itung nyicil UTS besok!! AAAAAARGH!! Uda gitu ga ampe sini aja, selain berisik, dan oops (ada suara tuuuuuttttt, kentuti fried kebo!!), mereka juga ga tau waktu. Mereka ngabisin waktu dikamar sakral ini dari jam 8 malam ampe jam 3 pagii!! Bussyeet dah!!!

yang paling bikin gw bete ce bukan hanya itu, yang paling parah Asset pribadi gw dijamah. Itu hal yang pernah gw bisa maafin seuumur hidup kuda!!!!

Dan asal lo taw, gw tu orang yang cukup tolerir dalam hal - hal kayak gini. Berarti mereka kebangetan. Maka bagi oknum "H", mohon pengertian dan kewarasannya abis ni UTS, jangan EGOIS!!!!!


(dah gt ada hal bodoh laen, gw baru beli mp4 di pocin, n lom gw apa2in uda rusak..uda gt micro sd gw ditelen lagiii..kesel ga ce?? dan yang pasti gw kehilangan temen2 dkt gw..woooh!!!)

Wednesday, March 4, 2009

Sebuah Epilog!!

Berputar dalam satu kondisi, satu waktu dan satu renungan. Kala itu aku mencoba tuk menyapa bintang, melihat mahligainya ia yang kuasa, dan ingin menggenggam erat bintang dalam senyap. Saat itu kutuliskan kata, yang mewakili sajak nestapa.

Hari ini terhitung,
satu..dua

Hari esok terbilang
tiga..empat

Dan kawan,
lihatlah ia kini
terbang temaram bergelayutan
mempermainkan perasaan dalam remang

Besok terdiam,
kelok..kelok

Lusa terkejang,
jedet..jedet

Dan kawan,
sudahkah ia kini
membalas sajak yang kutebarkan
menangisi nasib bisa kukenang tenang

Epilog berputar, lalu berpendar hilang.Sendiri kukini, terhela sepi, terkenang prosa lama dalam gambaran memoar hari - hari muda. Kutua kini, dan tak bnisa lagi menanti..
Ajal sudah mendekat tiap detik, dan bukan itu kawan yang aku resahkan. Sekedar retorika semu,menangkap khayalan sutra laba - laba.

Kawan, lihatlah itu..
"kau dan aku tak saling mengerti..ini hanyalah persahabatan sebelah tangan!!", ia berkata demikian
tapi sadarkah kawan, jeritanku tak kalian hiraukan
aku bagai ilalang terlupakan..menjerit dalam padang gersang..

tangisanku kini hanyalah tawa, menutupi topeng kegelapan asa..
tawaku kini mencoreng durja, meniti tangis dalam dusta
kebohongan dalam permainan kelam
meniti isi hidupku dalam kelompongan
kehilangan sahabatku sebuah derita
akan tetapi ini jalan terdusta yang pernah kupilih,
tenang dalam padang ilalang..menghilang kala gerhana bulan

Dan kawan,
menitik benda..
satu..satu..

Dan sobat,
merantai nasib..
sendiri..sendiri..

akhir kata sahayaku,
kuhanya terdiam kini
menatapi kertas kelam ini
kejam memang, tapi inilah dusta

kuberdusta kutak sayang kalian teman..tapi apalah kata..
dunia tak satukan aku dan ia,
yang merebut kawanku dari jalanku..
aku benci dia!! aku benci dia yang murka..menampik segala dosa dengan wajah alimnya..

berputarlah kembali segala.,.dan kusibukkan hatiku dengan senggap nestapa..


dalam hari yang cerah..

(dalam kisah ini kuceritakan apa yang kurasa sekarang, perasaan sedihg karenan memutuskan untuk jauh dari teman - teman baikku, dan perasaan benci pada orang yang membuatku jauh dari mereka...maaf juka merepotkan tuk dibaca..tapi intinya aku tengah sedih..biarkan aku bercerita dalam sepi..)

-akirawisnu-

Friday, August 22, 2008

"Azazel Cinta: Gelap Kematian Bernyawa, Kematian Cinta"

"Cinta, ya cinta. Menjadi prahara diatas tahta keremajaan, sebuah pangkuan gelisah rona empati. Menggoyahkan kemudi hati pemuda, memutar haluan sauh para pemudi. Bagaikan ladam magnet yang saling bertautan, ataupun saling melwan. Dan itulah prahara cinta, getir dalam senoda manis, kasar dalam lembut gelak tawa!"

Dalam masa - masa yang kukenang itu, terpias asa. Nama yang menorehkan kalut masa lalu tergores kembali. Kenangan hidup menginjak remaja, setelah nikmat kehidupan fana masa kanak, melanjutkan anak tangga nyawa pada masa yang disebut orang masa keemasan. Tapi tidak olehku, masa ini kuselimuti dengan memori menikam hati, mengubur dan meremas pendaman rasa yang melukai kalbu. Akan kukisahkan sakit yang kudera, membagi dengan kalian hai yang membutuhkan dahaga. Dahaga akibat buaian cinta, yang tak tersampaikan sampai ujung kalbu merintih. Dan akan kugambarkan jeritan ini, yang melumpuhkan semua sendi spiritualku, mengoyak imanku, dan mencatut emosiku. Kisahku bukanlah kata, tetapi nada dalam senandung bidadari. Melambungkan hingga langit ke tujuh, dan menjatuhkan kita kala kita di puncak, menjadikan Azazel menanti kita, di neraka jahannam merujam.

Dan kini kukisahkan epos yang merusak ketentraman batin pemuda ini. Sebagai senandung pencabut nyawa, dalam nada kematian cinta.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Selamat datang cinta, Selamat Tinggal Cinta!! Datangmu begitu indah, dan kau kini menghilang dalam kabut duka, meninggalkan romansa abu - abu dalam kelam!!"

Pemuda dalam bayang - bayang langit malam, lusuh, terlihat rona wajahnya berwarna pucat. Dalam gelap berbintang cerah pemuda ini menatap ke atas, menatap dengan tatapan hampa pada sang jagat raya. Hatinya sudah melintasi dimensi tiga, menembus batas ruang dan waktu, menjelajah panorama hatinya yang tengah sendu di balik karma.

Ia berada jauh dari peraduannya, tak lebih baik juga ia kini sendiri. Merenungi setiap tamparan nasib yang datang menguji, terduduk ia dalam sangsangkala penat.

Berputarlah pikirannya menuju puing - puing babilon hati.
Dimulai dari cinta pertamanya, hingga sangsangkala tautan hati terakhirnya. Meretas ia dalam tawa, menikam hati hingga hancur, dan merajut ingatan terhempas badai. Maka jatuhlah ia, pemuda yang sendiri dalam rajuk tangis, menari di atas badai pikiran, merajam kata - kata yang melukiskan lara, dan menuturkan hampa dalam tiap pemikiran sempitnya.
Dunia adalah pesimistis di hadapan ia kini, dan hanya Sang Khalid yang mampu menariknnya, meruh ruh kecilnya dalam kubur. Dan mungkin ia kini tak mampu berkata apa lagi, hari esok sudah tertutup, hari ini didera sesak. Mayat bernyawa yang mengingat masa, kembali menuju dimensi tiganya, menyeruakkan tangisan kekal dan mengemulisir lara. Terkenang masa itu, dan kini dia hidup dalam deru ragu []

bersambung...


-akirawisnu-

Tuesday, July 8, 2008

Senyum di pagi Itu

Senyum di pagi itu Monday, 07 05 2007

Senyum itu telah meluluhkan hatiku

Yang tengah dibekukan oleh api kesunyian,
menghangatkan sendi - sendi ngiluku yang penat!

Melihat bau harum tubuhmu
Mendengar elok parasmu
Menyentuh nada suaramu
Memandang pipi manismu,
yang elok bagai gemerlap anggun senja....

Hari - hariku indah bersemi!
Mekarkan naungan jiwaku yang cantik
Melayangkan empatiku sampai langit ke tujuh!
Kaleido suka yang menusuk jantung sukmaku

Membunuh rasa piluku

Entah ambiguitas rasa menyibak paradoks rasa
Romansa yang membutakan asaku
Senyum itu hangat!

Layaknya singgasana surgaIndah nirwana hati
Anganku melayang tinggi!


Kapan pipi cantikmu kan hilang dari anganku........yang kosong dan beku!!!!

Edited by : Akira Wisnu akirawisnu.blogspot.com